new born

new born
first time to meet fathan langit ramadhan

Thursday, May 27, 2010

TIPS SUKSES BER-CLOTH DIAPERS

1. Mengenal & yakin akan manfaat Cloth Diapers. Hal ini penting, apabila Mommy/Bunda memahami benar manfaat Cloth Diapers maka tidak akan merasa risau bahwa penggunaan Cloth Diaper akan menambah cucian baju kotor.

2. Mempelajari cara pemakaian & perawatan Cloth Diaper yang benar. Segera ganti Cloth Diapers apabila bayi anda terlihat tidak nyaman / biasanya setiap 3-6 jam sekali. Perawatan Cloth Diapers yang benar akan memperpanjang usia pemakaian Cloth Diapers.

3. Memiliki stock Cloth Diapers yang cukup, sesuai kebutuhan bayi, agar bayi nyaman menggunakan Cloth Diapers. Biasanya berbeda usia bayi, kebutuhan Cloth Diapersnya juga berbeda karena perbedaan intensitas pee & poo.

Wednesday, May 26, 2010

REVIEW CLOTH DIAPERS

MODEL PULL UP (CELANA) VS POCKET (KANTONG)
Review ini bertujuan memberikan gambaran kelebihan & kekurangan 2 tipe cloth diapers tanpa bermaksud merendahkan /mempromosikan tipe satu dengan lainnya. Let’s check it moms….

DESAIN BENTUK
Pull Up (celana):
(+) mudah digunakan,semudah memakai celana biasa tanpa harus berbaring.
(-) pada saat pencucian agak rumit, seperti mencuci celana pendek, harus dibolak-balik.
Pocket (kantong):
(+) mudah dalam pencucian karena dapat dibuka seperti lembaran kain popok.
(-) pada saat pemakaian bayi harus berbaring tenang.

SISTEM INSERT
Pull Up:
(+) Insert menyatu dengan celana sehingga praktis :dalam penggunaan tidak perlu bongkar pasang insert; dalam menjemur & menyimpan tidak perlu banyak tempat.
(+) Kebersihan dalam pemakaian benar2 terjaga karena tidak hanya insertnya saja yang diganti. Bayi memakai cloth diapers baru…lebih fresh tentunya.
(-) Bila insert tidak segera kering saat penjemuran, maka cloth diapers tidak dapat digunakan.
(-) Insert hanya dijahit disalah satu ujungnya (tujuannya mempercepat pengeringan) akibatnya memungkinkan insert untuk bergeser/berkerut yang mengakibatkan kebocoran dalam pemakaian.
Pocket:
(+) Insert dapat dipisahkan dari pocket, bila insert tidak segera kering saat penjemuran, cloth diaper pocketnya masih bisa digunakan dengan insert lainnya yang kering.
(+) mudah dalam pencucian karena insert & pocket dapat dipisahkan…walau noda poo tetap tembus sampai ke insert.
(+) Memungkinkan hanya ganti insert saja bila bayi pipis.
(-) Kurang praktis dalam pemakaiannya karena harus bongkar pasang insert.
(-) Kebersihan masih diragukan karena pocket sudah terkena pipis, minimal akan bau. Mengingat agar bebas ruam harus jaga kebersihan...
(-) Bila pocket terkena rembesan pipis…mau ga mau harus ganti semua,tidak bisa insertnya saja.

SIZE
Pull up:
(+) size dibuat beragam agar nyaman digunakan, seperti halnya baju/celana. Memungkinkan untuk bayi yg bongsor banget karena tersedia ukuran XXL.
(-) masa pakai size tertentu ada batasnya karena badan bayi cepat pertumbuhannya.
Pocket:
(+) one size sehingga bisa dipakai oleh new born sampai kira-kira usia 2 thn (bb 16-20kg).
(-) karena ukuran allsize…adakalanya tidak bisa pas untuk bayi yang bongsor banget.

Review ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi saya setelah mencoba beberapa cloth diaper untuk bayi saya, bisa jadi hasilnya mungkin akan berbeda dengan bayi yang lain. Saya juga masih terus mempelajari cloth diaper….jika ada yang mau berbagi pengalaman penggunaan cloth diaper, silahkan...

CLOTH DIAPERS LEBIH HEMAT

Cloth Diapers lebih hemat dibanding popok sekali pakai (pospak/diposabel diapers) dilihat dari segi biaya dan energy.

Mari kita menghitung, bila menggunakan diposabel diaper (popok sekali pakai trus jadi sampah) menurut survey rata-rata bayi memerlukan 7000 buah disposable diaper dari lahir sampai potty training (sekitar 2 - 2,5 tahun). Harga disposable diaper bervariasi dari yang murah sampai yang mahal. Tentu kita memilih disposable diaper yang terbaik bukan? Mari kita anggap 1 buah disposable diaper = Rp.1.600,- Berapa yang harus dikeluarkan untuk 1 bayi? Rp.11.200.000,-...!!! Ditambah lagi biaya untuk membeli cream untuk mengobati ruam popok. Semua uang yang dikeluarkan berakhir menjadi sampah yang baru akan terurai 500 tahun! Coba bandingkan, misal memakai cloth diapers yang berdaya tampung max 8 jam, maka 1 baby untuk 1 hari memakai 4 - 6 pcs (tergantung intensitas pee&poo). Untuk sampai potty training (sekitar 2 - 2,5 th/ berat badan 16 - 20kg) setidaknya butuh 3 macam size & stock 12 - 18 pcs/size. Jadi total dibutuhkan 36 - 54pcs cloth diapers, artinya 36 - 54 pcs x Rp.100.000,-/3pcs (harga cloth diapers EXTRA SERAP anandapers di www.babybobshop.xikat.com) = Rp.1.200.000,- sampai Rp.1.800.000,- HEMAT YA…selain itu kita bisa membeli cloth diapers bertahap sesuai size kebutuhan bayi kita, jadi cukup 12 - 18 pcs = Rp 400.000,- sampai Rp. 600.000,- sama seperti anggaran kita untuk membeli pospak/diposabel diaper untuk 2 bln. Diposable diapers stock 2 bln tersebut akan menjadi sampah sedangkan cloth diapers dapat digunakan terus selama size masih sesuai dengan bayi…bahkan dapat ‘diwariskan’ ke anak berikutnya HEMAT BANGET….

Cloth diapers lebih hemat energy, secara umum energy air dan listrik yang dibutuhkan untuk pembuatan cloth diapers lebih sedikit dibandingkan diposabel diapers. walaupun dalam penggunaannya cloth diapers membutuhkan air, sabun & listrik untuk mencuci…namun besarnya tidak akan melebihi kebutuhan normal kita dalam mencuci baju/pakaian yang kita gunakan sehari-hari…HEMAT. Bayangkan bila tidak menggunakan cloth diapers, jumlah pakaian bayi yang dicuci lebih banyak dan ompol akan bertebaran dimana-mana seperti seprai/tempat tidur, karpet, kain pel dll…pasti lebih boros energy untuk mencucinya. Diposabel diapers memang tidak perlu dicuci karena langsung dibuang, kelihatannya hemat…namun dampak kerusakan lingkungan yg di sebabkan akibat penumpukan sampah diposabel diapers jauh lebih berbahaya….tentu memperbaiki lingkungan yang rusak tidaklan mudah dan murah.

SAAT INI BANYAK ANAK BANGSA YANG KREATIF TURUT MENDESAIN CLOTH DIAPERS….HASILNYA CLOTH DIAPERS LOKAL MURAH & BAGUS.....I LOVE INDONESIAN PRODUCT!!! …… tentunya hal ini makin menguatkan bahwa cloth diaper tidaklah mahal … melainkan HEMAT.

Tuesday, May 25, 2010

CLOTH DIAPERS LEBIH SEHAT

Lingkungan yang sehat akan menyehatkan manusia yang hidup didalamnya. Secara umum hal ini sesuai dengan cloth diapers lebih ramah lingkungan. Penggunaan cloth diapers akan mengurangi penebangan pohon untuk bahan popok sekali pakai & timbunan sampah akibat popok sekali pakai yang lama terurai (sampai 500thn). Pohon adalah salah satu sumber oksigen & tampungan air. Sedangkan sampah (popok sekali pakai) adalah sumber polusi, baik limbah pabrik tempat pembuatannya maupun sampah setelah penggunaanya.

Cloth diapers adalah popok kain yang saat ini desainnya makin trendy & praktis digunakan. Popok kain/cloth diapers seperti baju/pakaian pada umumnya…terbuat dari kain sehingga nyaman digunakan oleh bayi yang kulitnya masih sensitive gampang terganggu bahan-bahan kimia buatan seperti parfum,pemutih,dll. Cloth diapers dapat dipakai berulang seperti layaknya pakaian/baju,sehingga tidak menyumbang timbunan sampah sebanyak popok sekali pakai.

Pada popok sekali pakai terbuat dari Luff pulp yang dibuat dari dari pulp kayu yang direndam klorin. Akibatnya fluff pulp ini menghasilkan dioksin (suatu zat penyebab kanker), natrium polyacrylate (penyerap super beracun gel), minyak dan resin yang... berpotensi menimbulkan alergi, parfum berbahaya, dan bahan kimia berbahaya lainnya seperti tributyltin. Beberapa zat-zat ini dapat menyebabkan kerusakan yang luas untuk bayi - dari penyakit ruam dan asma hingga terjadinya infertilitas dan kanker di kehidupan mereka setelah dewasa kelak! (Sumber:www.associatedcontent.com)

Sebuah penelitian di Jerman telah mengindikasikan bahwa bayi laki-laki dan balita yang menggunakan popok sekali pakai, temperatur skrotum mereka akan lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan popok kain. Peneliti menyebutkan bahwa peningkatan temperatur dapat menyebabkan perubahan pada tubuh yang akan mempengaruhi produksi sperma dan bahkan beresiko menyebabkan kanker testis. Selain itu sebenarnya belum pernah terbukti selama ini bahwa bayi yang menggunakan popok kain secara signifikan mengalami ruam popok. Bahan kimia seperti jelly (sodium polycrylate) pada popok sekali pakai menyebabkan alergi pada beberapa bayi. Faktor ini adalah alasan mengapa bayi akan lebih mudah terkena ruam jika menggunakan popok sekali pakai dibandingkan popok kain. (sumber: www.bayitembem.com)

Monday, May 24, 2010

CLOTH DIAPERS LEBIH RAMAH LINGKUNGAN

Dengan menggunakan CLODI (cloth diapers/popok kain) berarti Bunda/Mommy tidak mendukung penebangan pohon untuk bahan popok sekali pakai (diposable diapers) & tidak menambah timbunan sampah ke lingkungan kita...coba bayangkan kalo hutan kita menipis & tempat sampah melebar...ingat masa depan anak cucu kita semua...let's go green!

FAKTA LINGKUNGAN (Diambil dari www.motherease.com)
• Air buangan dari pencucian cloth diapers (popok kain) relatif lebih ramah sementara pada proses pembuatan popok sekali pakai: air cucian pulp, kertas, dan plastic mengandung pelarut, endapan, logam berat, polimer yang tidak terurai, dioxin dan furan.
• Meskipun popok kain mengeluarkan polusi udara, polusi udara yang ditimbulkan dari pabrik popok sekali pakai jauh lebih berbahaya.
• Pemutih pulp mengeluarkan dioxin dan furan ke udara juga inkrenasi.
• Pembuatan satu popok sekali pakai menggunakan 37% air lebih banyak daripada cucian rumah tangga.
• Popok sekali pakai nampaknya menghasilkan lebih sedikit sampah karena didalamnya, kotoran manusia dibuang ke tempat sampah. Mencuci popok kain di rumah menggunakan 50-70 galon air per 3 hari. Sebagai perspektif, orang yang dilatih memakai toilet menyiram toilet 5-6 kali sehari dan juga menggunakan 70 galon air per 3 hari.
• Tempat pembuangan sampah tidak memiliki fasilitas untuk mengurai popok sekali pakai.
• Popok-popok tersebut “termumifikasikan” dan tetap dalam bentuk dan volumenya semula. Kotoran manusia mengandung patogen (contohnya, bayi yang telah mendapat vaksin polio akan mengeluarkan virus polio.) Ketika kotoran dibuang dengan popok sekali pakai akan memungkinkan penyebaran (melalui tikus, binatang peliharaan, lalat, atau burung).